رَبَّنَآ اٰتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ وَالْعَنْهُمْ لَعْنًا كَبِيْرًا ࣖ
Rabbanā ātihim ḍi‘faini minal-‘ażābi wal‘anhum la‘nan kabīrā(n).
Wahai Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan laknatlah mereka dengan laknat yang besar.”
Ya Tuhan kami, karena kesesatan mereka sendiri dan penyesatan mereka kepada kami, maka timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat, dan laknat serta siksa-lah mereka dengan laknat dan siksa yang besar.”
Mereka dengan perasaan dendam terhadap orang-orang yang telah menyesatkan itu berkata, “Ya Tuhan kami, berikanlah kepada mereka azab dua kali lipat, pertama karena mereka telah tersesat, dan keduanya telah pula menyesatkan orang lain, dan kutuklah mereka dengan kutukan yang sangat besar.” Keluhan mereka itu diperkuat dengan ayat lain seperti pada firman Allah:
وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلٰى يَدَيْهِ يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِى اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُوْلِ سَبِيْلًا ٢٧ يٰوَيْلَتٰى لَيْتَنِيْ لَمْ اَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيْلًا ٢٨ لَقَدْ اَضَلَّنِيْ عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ اِذْ جَاۤءَنِيْۗ وَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِلْاِنْسَانِ خَذُوْلًا ٢٩
Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit dua jarinya, (menyesali perbuatannya) seraya berkata, “Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul. Wahai, celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku), sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Al-Qur’an) ketika (Al-Qur’an) itu telah datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia.” (al-Furqān/25: 27-29)
1. Sa’īran سَعِيْرًا (al-Aḥzāb/33: 64)
Sa’īr terambil dari kata as-sa’r yang berarti api yang menyala-nyala. Ayat ini menjelaskan keadaan orang-orang yang bertanya kepada rasul tentang hari Kiamat dan kedatangannya dengan pertanyaan yang mengandung ejekan dan penolakan untuk memercayai kebenaran hari Kiamat tersebut. Maka Allah jadikan api neraka yang menyala-nyala sebagai ancaman bagi orang-orang kafir yang menolak memercayai hari Kiamat, sebab memercayai hari Kiamat merupakan salah satu dari rukun iman, menolak hari Kiamat berarti menolak keberadaan Allah.
2. Sādatanā سَادَتَنَا (al-Aḥzāb/33: 67)
Jamak dari sādāh, sedangkan sādāh adalah bentuk jamak dari sayyid yang artinya orang-orang yang mempunyai ketinggian derajat sehingga mereka menjadi orang yang dihormati. Ayat ini menggambarkan penyesalan orang-orang kafir dan musyrik ketika menghadapi neraka jahanam kelak di akhirat, di mana mereka mengakui bahwa mereka lebih memilih untuk menaati para pemimpin dan pembesar mereka daripada beriman kepada para rasul, sehingga mereka disesatkan oleh para pembesar mereka sendiri.

