يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا
Yuṣliḥ lakum a‘mālakum wa yagfir lakum żunūbakum, wa may yuṭi‘illāha wa rasūlahū faqad fāza fauzan ‘aẓīmā(n).
Niscaya Dia (Allah) akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Siapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, sungguh, dia menang dengan kemenangan yang besar.
Jika kamu melakukan hal tersebut, niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dengan mempermudah jalanmu untuk berbuat baik dan bertobat, dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh dia menang dengan kemenangan yang agung. Dia akan memperoleh ampunan Allah dan mendapatkan surga.
Bila mereka tetap memelihara keimanan dan ketakwaan dan selalu mengatakan kebenaran, pasti Allah akan memperbaiki perbuatan dan mengampuni dosa-dosa mereka. Siapa yang menginginkan kebahagiaan di dunia dan akhirat, maka jalan yang harus ditempuh hanyalah satu, yaitu menaati Allah dan Rasul-Nya. Dengan demikian, mereka akan mendapatkan kebahagiaan yang besar di dunia dan akhirat.
. Qaulan sadīdan قَوْلًا سَدِيْدًا (al-Aḥzāb/33: 70)
Qaulan sadīdan terdiri dari kata qaul yang berarti perkataan atau pernyataan, dan sadīd yang berarti tepat atau benar. Dalam konteks ayat di atas, kata qaul sadīd ditujukan kepada orang-orang yang beriman, supaya mereka senantiasa berkata benar atau tepat dalam situasi dan kondisi apa pun. Karena dengannya, seperti dijelaskan pada ayat selanjutnya (al-Ahzab/33: 71), Allah akan memperbaiki perbuatan dan mengampuni dosa-dosa mereka.
2. Fauzan ‘Aẓīman فَوْزًا عَظِيْمًا (al-Aḥzāb/33: 71)
Fauzan ‘aẓīman terdiri dari kata fauz yang berarti kemenangan, kebahagiaan, kesuksesan, dan sejenisnya; dan ‘aẓīm yang berarti besar atau agung. Dalam konteks ayat di atas, kalimat fauz ‘aẓīm yang berarti kemenangan yang besar atau agung ini ditujukan kepada orang-orang yang secara tulus menaati Allah dan Rasul-Nya. Dengan menaati keduanya, mereka akan meraih kemenangan yang besar atau kemenangan sejati. Kemenangan ini akan mereka dapatkan baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia sebagai orang yang mulia baik di sisi Allah maupun manusia, dan di akhirat sebagai orang yang bahagia mendapat kenikmatan surga.

