v2.9
Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 63 - Surat Al-Aḥzāb (Golongan Yang Bersekutu)
الاحزاب
Ayat 63 / 73 •  Surat 33 / 114 •  Halaman 427 •  Quarter Hizb 43.5 •  Juz 22 •  Manzil 5 • Madaniyah

يَسْـَٔلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللّٰهِ ۗوَمَا يُدْرِيْكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُوْنُ قَرِيْبًا

Yas'alukan-nāsu ‘anis-sā‘ah(ti), qul innamā ‘ilmuhā ‘indallāh(i), wa mā yudrīka la‘allas-sā‘ata takūnu qarībā(n).

Orang-orang bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang hari Kiamat. Katakanlah bahwa pengetahuan tentang hal itu hanya ada di sisi Allah.” Tahukah engkau, boleh jadi hari Kiamat itu sudah dekat.

Makna Surat Al-Ahzab Ayat 63
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Ancaman dan siksa pedih bagi orang-orang munafik tidak hanya berlangsung di dunia, tetapi juga di akhirat. Karena penasaran tentang hari Kiamat, manusia bertanya kepadamu, wahai Nabi Muhammad, tentang hari Kiamat. Katakanlah, “Ilmu tentang hari Kiamat itu hanya di sisi Allah.” Dan tahukah engkau kapan datangnya Kiamat itu? Pasti engkau tidak tahu. Boleh jadi hari Kiamat itu sudah dekat waktunya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Banyak manusia bertanya kepada Nabi Muhammad tentang kapan datangnya hari Kiamat. Orang-orang musyrik menanyakan tentang kiamat tersebut secara mengejek dan mencemooh, serta menantang supaya hari Kiamat segera didatangkan. Orang-orang munafik menanyakan tentang hari Kiamat karena terdorong oleh anggapan bahwa Nabi saw akan menjawab seperti yang mereka perkirakan. Adapun orang-orang Yahudi bertanya dengan maksud menguji kebenaran Nabi saw, apakah jawabannya akan sama atau tidak dengan yang tercantum dalam kitab Taurat, bahwa soal hari Kiamat itu sesungguhnya berada di tangan Allah.

Isi Kandungan Kosakata

1. Sa’īran سَعِيْرًا (al-Aḥzāb/33: 64)

Sa’īr terambil dari kata as-sa’r yang berarti api yang menyala-nyala. Ayat ini menjelaskan keadaan orang-orang yang bertanya kepada rasul tentang hari Kiamat dan kedatangannya dengan pertanyaan yang mengandung ejekan dan penolakan untuk memercayai kebenaran hari Kiamat tersebut. Maka Allah jadikan api neraka yang menyala-nyala sebagai ancaman bagi orang-orang kafir yang menolak memercayai hari Kiamat, sebab memercayai hari Kiamat merupakan salah satu dari rukun iman, menolak hari Kiamat berarti menolak keberadaan Allah.

2. Sādatanā سَادَتَنَا (al-Aḥzāb/33: 67)

Jamak dari sādāh, sedangkan sādāh adalah bentuk jamak dari sayyid yang artinya orang-orang yang mempunyai ketinggian derajat sehingga mereka menjadi orang yang dihormati. Ayat ini menggambarkan penyesalan orang-orang kafir dan musyrik ketika menghadapi neraka jahanam kelak di akhirat, di mana mereka mengakui bahwa mereka lebih memilih untuk menaati para pemimpin dan pembesar mereka daripada beriman kepada para rasul, sehingga mereka disesatkan oleh para pembesar mereka sendiri.