v2.9
Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 44 - Surat Al-Aḥzāb (Golongan Yang Bersekutu)
الاحزاب
Ayat 44 / 73 •  Surat 33 / 114 •  Halaman 424 •  Quarter Hizb 43 •  Juz 22 •  Manzil 5 • Madaniyah

تَحِيَّتُهُمْ يَوْمَ يَلْقَوْنَهٗ سَلٰمٌ ۚوَاَعَدَّ لَهُمْ اَجْرًا كَرِيْمًا

Taḥiyyatuhum yauma yalqaunahū salām(un), wa a‘adda lahum ajran karīmā(n).

Ucapan penghormatan (Allah kepada) mereka (orang-orang mukmin itu) pada hari ketika mereka menemui-Nya ialah, “Salam,” dan Dia siapkan untuk mereka pahala yang mulia.

Makna Surat Al-Ahzab Ayat 44
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Curahan rahmat Allah kepada orang-orang beriman tidak pernah putus, bahkan pada hari Kiamat. Sambutan penghormatan yang ditujukan kepada mereka ketika mereka menemui-Nya ialah, “Salam sejahtera bagi kamu dari segala bencana,” dan Dia menyediakan pahala yang mulia, berlimpah, dan abadi bagi mereka, yakni surga. Mereka kekal di dalamnya. (Lihat Surah Yunus: 10: 10, ar-Ra’d/13: 24, dan Yasin/36: 58).

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Apabila orang-orang mukmin masuk surga, para malaikat memberi penghormatan kepada mereka dengan ucapan “salam” seperti dalam firman Allah:

وَالْمَلٰۤ ىِٕكَةُ يَدْخُلُوْنَ عَلَيْهِمْ مِّنْ كُلِّ بَابٍۚ ٢٣ سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِۗ ٢٤

Sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan), “Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu.” Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu. (ar-Ra’d/13: 23-24)

Allah menyediakan pahala bagi mereka di akhirat yang datangnya tanpa diminta terlebih dahulu. Mereka merasakan nikmat dari kelezatan makanan, minuman, pakaian, dan tempat-tempat kediaman di dalam surga yang luas sekali. Kenikmatan surga itu belum pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, ataupun terlintas dalam hati.

Isi Kandungan Kosakata

Żikran Kaṡīrā ذِكْرًا كَثِيْرًا (al-Aḥzāb/33: 41)

Ungkapan tersebut terdiri dari dua kata żikr dan kaṡir. Secara harfiah berarti “dengan zikir sebanyak-banyaknya”. Perintah Allah kepada orang beriman untuk żikrullāh dengan zikir sebanyak-banyaknya hanya difirmankan-Nya dalam ayat ini. Menurut Mujāhid, yang dimaksud perintah untuk berzikir sebanyak-banyaknya adalah agar siapa pun tidak melupakan Allah selamanya. Menurut Ibnu al-Saib, żikr(an) kaṡīr(an) maksudnya salat lima waktu (aṣ-ṣalawāt al-khams), sehingga yang dimaksud dengan perintah dalam ayat ini, agar melaksanakan żikrullāh dengan jalan melaksanakan salat lima waktu, dan tidak meninggalkannya. Menurut Muqatil bin Hayyan, żikr(an) kaṡīr(an) maksudnya ialah membaca tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir dalam segala hal.