v2.9
Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 45 - Surat Al-Aḥzāb (Golongan Yang Bersekutu)
الاحزاب
Ayat 45 / 73 •  Surat 33 / 114 •  Halaman 424 •  Quarter Hizb 43 •  Juz 22 •  Manzil 5 • Madaniyah

يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ اِنَّآ اَرْسَلْنٰكَ شَاهِدًا وَّمُبَشِّرًا وَّنَذِيْرًاۙ

Yā ayyuhan-nabiyyu innā arsalnāka syāhidaw wa mubasysyiraw wa nażīrā(n).

Wahai Nabi (Muhammad), sesungguhnya Kami mengutus engkau untuk menjadi saksi, pemberi kabar gembira, dan pemberi peringatan

Makna Surat Al-Ahzab Ayat 45
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Usai menjelaskan agungnya rahmat yang Allah berikan kepada orang beriman, Allah lalu menjelaskan fungsi pengutusan Nabi Muhammad. Wahai Nabi Muhammad! Sesungguhnya Kami mengutusmu kepada seluruh umat manusia untuk menjadi saksi kebenaran agama Islam dan agama yang dibawa para rasul sebelum kamu, pembawa kabar gembira bagi mereka yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya serta beramal saleh, dan pemberi peringatan kepada orang-orang yang tidak menerima ajaran Allah,

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini, Allah menjelaskan kepada Nabi Muhammad bahwa ia diutus untuk menjadi saksi terhadap orang-orang (umat) yang pernah mendapat risalahnya. Allah mengutusnya sebagai pembawa kabar gembira bagi orang-orang yang membenarkan risalahnya dan mengamalkan petunjuk-petunjuk yang dibawanya bahwa mereka akan dimasukkan ke dalam surga. Ia juga sebagai pemberi peringatan kepada mereka yang mengingkari risalahnya, bahwa mereka akan diazab dengan siksa api neraka.

Sehubungan dengan fungsi Nabi sebagai saksi (syahīd), dalam ayat lain Allah berfirman:

فَكَيْفَ اِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ اُمَّةٍۢ بِشَهِيْدٍ وَّجِئْنَا بِكَ عَلٰى هٰٓؤُلَاۤءِ شَهِيْدًاۗ ٤١

Dan bagaimanakah (keadaan orang kafir nanti), jika Kami mendatangkan seorang saksi (Rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka. (an-Nisā’/4: 41)

Isi Kandungan Kosakata

Sirājan munīran سِرَاجًا مُنِيْرًا (al-Aḥzāb/33: 46)

Ungkapan tersebut terdiri atas dua kata sirāj dan munīr yang artinya “bagaikan matahari yang menerangi.” Ungkapan ini merupakan tasybih (penyerupaan) Nabi Muhammad saw, bahwa beliau digambarkan bagaikan lampu (matahari) yang menerangi alam. Ayat ini menerangkan sejelas-jelasnya bahwa orang yang dapat memberi penerangan kepada orang lain dan mengangkat mereka dari jurang kekejian dan kenistaan ke puncak kesucian dan kesempurnaan, tidak mungkin ia sendiri dalam kegelapan dan kenistaan akhlak. Ia pasti dalam keagungan akhlak, sebagaimana ditegaskan Allah, “Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur.” (al-Qalam/68: 4).