اِلَّا ابْتِغَاۤءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْاَعْلٰىۚ
Illabtigā'a wajhi rabbihil-a‘lā.
kecuali (dia memberikannya semata-mata) karena mencari keridaan Tuhannya Yang Maha Tinggi.
Dia tidak berinfak demi manusia, tetapi berinfak semata karena mencari keridaan Tuhannya yang Mahatinggi. Allah sangat senang kepada orang yang tulus dan ikhlas dalam berinfak maupun ibadah lainnya.
Orang-orang yang bertakwa membantu orang lain bukan karena orang itu berjasa kepadanya yang karena itu ia perlu membalasnya. Ia membantu orang itu semata-mata karena mengharapkan rida dan surga Allah di akhirat.
Talaẓẓā تَلَظَّى (al-Lail/92: 14)
Asal dari kata ini adalah tatalaẓẓā dengan dua ( tā’), kemudian tā’ yang satu dibuang untuk meringankan. Laẓā diartikan dengan api murni yang bergejolak. Sifat api ini adalah sangat panas dan bisa membakar apa yang ada atau membakar dirinya sendiri jika tidak ada sesuatu yang dibakar. Oleh karena itu, laẓā menjadi sebuah nama untuk neraka Jahanam, karena sifat apinya yang bergejolak dan sangat panas. Kata ini tidak bisa di-taṣrif. Kata laẓā terulang hanya dua kali yaitu dalam ayat ini dan Surah al-Ma‘ārij/70: 15 (kallā innahā laẓā).
Dalam ayat ini, Allah menjelaskan tentang peringatan-Nya dengan siksa-Nya berupa api yang menyala-nyala. Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka, yang mendustakan dan berpaling dari ajaran Allah.

