عَيْنًا فِيْهَا تُسَمّٰى سَلْسَبِيْلًا
‘Ainan fīhā tusammā salsabīlā(n).
(yang didatangkan dari) sebuah mata air (di surga) yang dinamakan Salsabil.
17-18. Di dalam surga itu mereka mendapat suguhan minuman yang jenisnya di antaranya seperti yang disebut pada ayat ini. Dan di sana mereka diberi segelas minuman bercampur jahe, yang pastilah berbeda dengan rasa jahe yang ada di dunia. Karena air minum tersebut yang didatangkan dari sebuah mata air di surga yang dinamakan Salsabìl.
Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa minuman ini didatangkan dari sebuah mata air surga yang dinamakan salsabīl. Mereka minum campuran zanjabīl yang berasal dari sebuah sungai yang bernama salsabīl. Perkataan ini sendiri dalam bahasa Arab berarti ‘minuman atau makanan yang lezat’ dan juga berarti ‘mata air yang mengalir’. Akan tetapi, mufasir Ibnul ‘Arabī menegaskan, “Aku tidak mendengar satu perkataan pun seperti salsabīl ini melainkan di dalam Al-Qur’an saja.”
Dari keterangan di atas, kita hanya dapat menyimpulkan bahwa nama seperti salsabīl, zanjabīl, dan sebagainya diberikan keterangan sedemikian rupa yang tidak ada bandingannya dengan yang ada di dunia. Mengenai surga, kita telah yakin bahwa dia adalah sesuatu yang baik dan penuh nikmat yang mata belum pernah melihatnya, telinga belum pernah mendengarnya. Oleh karena itu, kita tak dapat memastikan apakah betul-betul demikian makna yang dikehendaki ayat di atas.
1. Zamharīran زَمْهَرِيْرًا (al-Insān/76: 13)
Kata zamharīr terambil dari kata kerja izmaharra-yazmahirru, yang artinya dingin yang sangat menusuk. Dengan demikian, zamharīr maknanya suasana dingin yang sangat menusuk. Pada ayat ini, kata tersebut dipergunakan untuk menunjukkan keadaan di surga, yaitu yang tidak panas menyengat, karena matahari tidak ada, dan tidak pula dingin menusuk tulang. Suasana surga adalah kenyamanan yang tidak panas dan tidak pula dingin. Dengan ungkapan lain dapat digambarkan bahwa keadaan surga itu selalu dalam suasana sejuk yang menimbulkan kenyamanan.
2. Zanjabīlan زَنْجَبِيْلًا (al-Insān/76: 17)
Zanjabīl artinya adalah jahe. Para ulama berpendapat bahwa jahe yang disebut pada ayat ini berbeda dari jahe yang dikenal di dunia. Jahe yang dimaksud adalah jahe khusus yang hanya ada di surga. Para ahli surga kelak akan disuguhi minuman yang dicampur dengan jahe, sehingga minuman itu terasa nikmat dan menyegarkan. Sebagian ulama berpendapat bahwa zanjabīl ini merupakan sebuah mata air yang terdapat di surga yang dinamai atau yang sifatnya adalah salsabīl (yang mengalir di kerongkongan dengan mudah).

