v2.9
Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 12 - Surat Al-Insān (Manusia)
الانسان
Ayat 12 / 31 •  Surat 76 / 114 •  Halaman 579 •  Quarter Hizb 58.5 •  Juz 29 •  Manzil 7 • Madaniyah

وَجَزٰىهُمْ بِمَا صَبَرُوْا جَنَّةً وَّحَرِيْرًاۙ

Wa jazāhum bimā ṣabarū jannataw wa ḥarīrā(n).

Dia memberikan balasan kepada mereka atas kesabarannya (berupa) surga dan (pakaian) sutra.

Makna Surat Al-Insan Ayat 12
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

11-12. Sebagai imbalan atas perbuatan baik yang dilakukan seseorang, seperti yang disebut pada ayat di atas, maka Allah melindungi mereka dari kesusahan dan juga keburukan hari itu, dan memberikan kepada mereka aneka macam nikmat yang menimbulkan keceriaan pada wajah mereka dan kegembiraan pada hati mereka. Dan di samping yang telah disebut di atas, Dia memberi juga balasan kepada mereka karena kesabarannya dalam aneka macam situasi, berupa surga dan pakaian sutera.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah memberi mereka ganjaran karena kesabaran mereka dengan surga dan pakaian sutra. Karena kesabaran mereka dalam berbuat kebaikan, ketabahan menahan diri dari godaan nafsu, dan terkadang-kadang harus menahan lapar dan kurang pakaian (karena berbuat sosial dalam keadaan miskin), maka Allah membalasi yang demikian itu dengan kenikmatan surga dalam bentuk yang lain berupa pakaian yang terbuat dari sutra. Ayat ini sama artinya dengan firman Allah:

جَنّٰتُ عَدْنٍ يَّدْخُلُوْنَه َا يُحَلَّوْنَ فِيْهَا مِنْ اَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَّلُؤْلُؤًا ۚوَلِبَاسُهُمْ فِيْهَا حَرِيْرٌ ٣٣

(Mereka akan mendapat) surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutra. (Fāṭir/35: 33)

Isi Kandungan Kosakata

1. Kāfūran كَافُوْرًا (al-Insān/76: 5)

Kāfūr adalah sejenis minyak (damar) yang diperoleh dari pohon tertentu (yaitu sejenis pohon gaharu) yang banyak terdapat di daratan Cina dan Jawa (Asia Tenggara). Minyak ini baru dapat diambil dari pohonnya setelah pohon itu berumur sekitar 200 tahun. Warna minyak ini putih dan baunya harum. Pada ayat ini, yang dimaksud dengan kāfūr adalah keharuman dan warnanya yang bening, dan bukan sebagaimana yang dilihat di dunia. Sebagian ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan kāfūr pada ayat ini adalah nama dari salah satu mata air yang ada di surga.

2. Qamṭarīran قَمْطَرِيْرًا (al-Insān/76: 10)

Kata qamṭarīr merupakan bentuk maṣdar dari kata kerja qamṭara-yuqamṭiru yang artinya berkumpul atau mengikat sesuatu dengan kuat. Seseorang yang mengerutkan dahinya bagaikan mengumpulkan atau mengikat kulit dahinya dengan kuat. Keadaan seperti ini mengisyaratkan bahwa ia sedang menghadapi suatu persoalan yang berat dan sulit, sehingga ia mesti berpikir keras untuk mencari jalan keluarnya. Dapat juga hal ini berkaitan dengan sesuatu yang tidak disenangi, sehingga ia perlu mengernyitkan dahi dalam meresponnya. Dari makna demikian, kata tersebut kemudian diartikan sebagai suasana yang sangat sulit.