v2.9
Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 15 - Surat Al-Insān (Manusia)
الانسان
Ayat 15 / 31 •  Surat 76 / 114 •  Halaman 579 •  Quarter Hizb 58.5 •  Juz 29 •  Manzil 7 • Madaniyah

وَيُطَافُ عَلَيْهِمْ بِاٰنِيَةٍ مِّنْ فِضَّةٍ وَّاَكْوَابٍ كَانَتْ قَوَارِيْرَا۠

Wa yuṭāfu ‘alaihim bi'āniyatim min fiḍḍatiw wa akwābin kānat qawārīrā.

Diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan gelas-gelas yang sangat bening (kacanya),

Makna Surat Al-Insan Ayat 15
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

15-16. Setelah berbicara aneka fasilitas surga, kini giliran hidangan bagi para penghuni surga. Dan kepada mereka diedarkan oleh para pelayan surga bejana-bejana tempat minum yang terbuat dari perak dan piala-piala yang bening laksana kristal, kristal yang jernih terbuat dari perak saking jernihnya isinya nampak dari luar, mereka tentukan ukurannya yang sesuai dengan kehendak mereka, untuk disuguhkan bagi penghuni surga.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan pula makanan dan minuman yang dihidangkan kepada mereka berbagai bentuk, bejana yang terbuat dari perak juga sejumlah gelas yang sangat bening laksana kaca yang berkilauan. Bejana dan gelas-gelas itu bening sekali seolah-olah kaca yang sangat indah dan tinggi sekali nilainya.

Hadis riwayat Ibnu Abī Ḥātim dari Ibnu ‘Abbās menerangkan sebagai berikut:

لَيْسَ فِى الْجَنَّةِ شَيْءٌ اِلَّا قَدْ أُعْطِيْتُمْ فِى الدُّنْيَا شِبْهَهُ اِلَّا قَوَارِيْرَ مِنْ فِضَّةٍ. (رواه بن أبي حاتم عن ابن عباس)

Tidak ada sesuatu pun dalam surga, melainkan di dunia telah dianugerahkan Allah kepadamu sesuatu yang mirip dengan itu, kecuali botol-botol yang terbuat dari perak. (Riwayat Ibnu Abī Ḥātim dari Ibnu ‘Abbās).

Dalam sebuah ayat lain disebutkan pula:

يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِصِحَافٍ مِّنْ ذَهَبٍ وَّاَكْوَابٍ ۚ وَفِيْهَا مَا تَشْتَهِيْهِ الْاَنْفُسُ وَتَلَذُّ الْاَعْيُنُ ۚوَاَنْتُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَۚ ٧١

Kepada mereka diedarkan piring-piring dan gelas-gelas dari emas, dan di dalam surga itu terdapat apa yang diingini oleh hati dan segala yang sedap (dipandang) mata. Dan kamu kekal di dalamnya. (az-Zukhruf/43: 71)

Isi Kandungan Kosakata

1. Zamharīran زَمْهَرِيْرًا (al-Insān/76: 13)

Kata zamharīr terambil dari kata kerja izmaharra-yazmahirru, yang artinya dingin yang sangat menusuk. Dengan demikian, zamharīr maknanya suasana dingin yang sangat menusuk. Pada ayat ini, kata tersebut dipergunakan untuk menunjukkan keadaan di surga, yaitu yang tidak panas menyengat, karena matahari tidak ada, dan tidak pula dingin menusuk tulang. Suasana surga adalah kenyamanan yang tidak panas dan tidak pula dingin. Dengan ungkapan lain dapat digambarkan bahwa keadaan surga itu selalu dalam suasana sejuk yang menimbulkan kenyamanan.

2. Zanjabīlan زَنْجَبِيْلًا (al-Insān/76: 17)

Zanjabīl artinya adalah jahe. Para ulama berpendapat bahwa jahe yang disebut pada ayat ini berbeda dari jahe yang dikenal di dunia. Jahe yang dimaksud adalah jahe khusus yang hanya ada di surga. Para ahli surga kelak akan disuguhi minuman yang dicampur dengan jahe, sehingga minuman itu terasa nikmat dan menyegarkan. Sebagian ulama berpendapat bahwa zanjabīl ini merupakan sebuah mata air yang terdapat di surga yang dinamai atau yang sifatnya adalah salsabīl (yang mengalir di kerongkongan dengan mudah).