v2.9
Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 55 - Surat Al-Aḥzāb (Golongan Yang Bersekutu)
الاحزاب
Ayat 55 / 73 •  Surat 33 / 114 •  Halaman 426 •  Quarter Hizb 43.25 •  Juz 22 •  Manzil 5 • Madaniyah

لَا جُنَاحَ عَلَيْهِنَّ فِيْٓ اٰبَاۤىِٕهِنَّ وَلَآ اَبْنَاۤىِٕهِنَّ وَلَآ اِخْوَانِهِنَّ وَلَآ اَبْنَاۤءِ اِخْوَانِهِنَّ وَلَآ اَبْنَاۤءِ اَخَوٰتِهِنَّ وَلَا نِسَاۤىِٕهِنَّ وَلَا مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُنَّۚ وَاتَّقِيْنَ اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدًا

Lā junāḥa ‘alaihinna fī ābā'ihinna wa lā abnā'ihinna wa lā ikhwānihinna wa lā abnā'i ikhwānihinna wa lā abnā'i akhawātihinna wa lā nisā'ihinna wa lā mā malakat aimānuhunn(a), wattaqīnallāh(a), innallāha kāna ‘alā kulli syai'in syahīdā(n).

Tidak ada dosa atas mereka (istri-istri Nabi Muhammad untuk berjumpa tanpa tabir) dengan bapak-bapak mereka, anak laki-laki mereka, saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara perempuan mereka, perempuan-perempuan mereka (wanita-wanita muslimat, baik keluarga maupun bukan) dan hamba sahaya yang mereka miliki. Bertakwalah kamu (istri-istri Nabi) kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.

Makna Surat Al-Ahzab Ayat 55
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Usai menjelaskan ketentuan berinteraksi dan berkomunikasi dengan istri-istri Nabi pada ayat sebelumnya, pada ayat ini Allah menjelaskan orang-orang tertentu yang dikecualikan dari ketentuan itu. Tidak ada dosa atas istri-istri Nabi untuk berjumpa tanpa tabir dengan bapak-bapak mereka, anak laki-laki mereka, saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara perempuan mereka, perempuan-perempuan mereka yang beriman, baik keluarga maupun bukan, dan hamba sahaya yang mereka miliki. Dan bertakwalah kamu, wahai istri-istri Nabi, kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu yang kamu kerjakan. Laki-laki yang disebutkan pada ayat ini diperbolehkan menjumpai istri-istri Nabi tanpa tabir karena ada hubungan kerabat dan karena hajat, sehingga mereka sering berkunjung.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Tidak ada dosa atas istri-istri Nabi untuk berjumpa tanpa memakai tabir dengan bapak-bapak mereka, baik bapak kandung maupun bapak sesusuan, anak-anak mereka, baik yang seketurunan maupun yang sesusuan, saudara-saudara mereka, atau anak saudara-saudaranya, baik laki-laki maupun perempuan, perempuan-perempuan muslimat yang dekat maupun yang jauh, atau hamba sahaya yang mereka miliki, baik laki-laki maupun perempuan. Adanya hijab di antara mereka itu akan menimbulkan banyak kesulitan karena mereka selalu berkhidmat dalam urusan rumah tangga. Tetapi, yang perlu diingat adalah agar selalu bertakwa kepada Allah untuk mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, karena Allah selalu menyaksikan segala sesuatu yang mereka perbuat.

Orang-orang yang disebutkan dalam ayat ini, yaitu ayah para istri Nabi, anak-anak mereka, saudara-saudara mereka, keponakan atau anak saudara mereka, baik saudara laki-laki maupun saudara perempuan, atau perempuan-perempuan lain dan juga budak mereka adalah mahram yaitu orang-orang yang tidak boleh menikahi mereka.

Adapun orang-orang selain tersebut di atas yaitu yang bukan mahram tidak boleh menemui istri-istri Nabi tanpa hijab. Hal ini untuk menjaga kehormatan istri-istri Nabi yang merupakan ummahātul mu’minīn.

Isi Kandungan Kosakata

Walā Nisā’ihinna وَلَا نِسَائِهِنَّ (al-Aḥzāb/33: 55)

An-Nisā’ adalah jamak dari kata niswah, yang bermakna perempuan. Yang dimaksud dengan an-nisā’ dalam ayat ini adalah perempuan-perempuan muslimat baik keluarga maupun bukan. Para istri Nabi tidak berdosa ketika berjumpa dengan para perempuan tersebut meskipun tanpa tabir karena perempuan-perempuan tersebut tidak termasuk dalam pihak-pihak yang disyaratkan memakai tabir ketika melakukan interaksi dengan para istri Nabi.

Munasabah

Pada ayat-ayat yang lalu, Allah melarang kaum mukminin mengadakan percakapan dengan istri Nabi secara langsung tanpa dihalangi oleh tabir. Pada ayat berikut ini, Allah mengecualikan beberapa orang dari keluarga yang terdekat, karena adanya tabir itu kadang-kadang menyebabkan kesulitan di dalam hubungan sehari-hari.