الَّذِيْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىۗ
Allażī każżaba wa tawallā.
yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari keimanan).
Mereka itulah orang yang mendustakan kebenaran yang datang dari Allah dan berpaling dari iman kepada-Nya.
Di samping Allah telah menunjuki manusia jalan yang benar, Ia juga memperingatkan manusia tentang adanya neraka yang senantiasa menyala-nyala. Penghuni neraka itu adalah mereka yang paling durhaka, yaitu orang-orang yang senantiasa memandang dusta wahyu-wahyu yang disampaikan kepadanya, dan karena itu tidak mau mengimaninya dan menjalankannya.
Talaẓẓā تَلَظَّى (al-Lail/92: 14)
Asal dari kata ini adalah tatalaẓẓā dengan dua ( tā’), kemudian tā’ yang satu dibuang untuk meringankan. Laẓā diartikan dengan api murni yang bergejolak. Sifat api ini adalah sangat panas dan bisa membakar apa yang ada atau membakar dirinya sendiri jika tidak ada sesuatu yang dibakar. Oleh karena itu, laẓā menjadi sebuah nama untuk neraka Jahanam, karena sifat apinya yang bergejolak dan sangat panas. Kata ini tidak bisa di-taṣrif. Kata laẓā terulang hanya dua kali yaitu dalam ayat ini dan Surah al-Ma‘ārij/70: 15 (kallā innahā laẓā).
Dalam ayat ini, Allah menjelaskan tentang peringatan-Nya dengan siksa-Nya berupa api yang menyala-nyala. Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka, yang mendustakan dan berpaling dari ajaran Allah.

