عٰلِيَهُمْ ثِيَابُ سُنْدُسٍ خُضْرٌ وَّاِسْتَبْرَقٌۖ وَّحُلُّوْٓا اَسَاوِرَ مِنْ فِضَّةٍۚ وَسَقٰىهُمْ رَبُّهُمْ شَرَابًا طَهُوْرًا
‘Āliyahum ṡiyābu sundusin khuḍruw wa istabraq(un), wa ḥullū asāwira min fiḍḍah(tin), wa saqāhum rabbuhum syarāban ṭahūrā(n).
Mereka berpakaian sutra halus yang hijau, sutra tebal, dan memakai gelang perak. Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang suci.
Hidangan dan pelayan sudah dijelaskan kini giliran dijelaskan tentang pakaian para penghuni surga. Mereka berpakaian sutera halus yang berwarna hijau dan sutera tebal dan juga memakai gelang terbuat dari perak masing-masing sesuai dengan kedudukannya, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih dan suci yang benar-benar berbeda dengan minuman selainnya.
Kemudian dalam ayat ini diterangkan pula bahwa pakaian mereka terbuat dari sutra halus berwarna hijau, dihiasi gelang yang terbuat dari perak dan emas. Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih dan lezat cita rasanya. Sutra dan emas disebutkan secara khusus di sini karena keduanya sangat disukai manusia dan dianggap sebagai barang berharga dan simbol kemewahan. Pada ayat lain, Allah berfirman:
يُحَلَّو ْنَ فِيْهَا مِنْ اَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَّيَلْبَسُوْن َ ثِيَابًا خُضْرًا مِّنْ سُنْدُسٍ وَّاِسْتَبْرَق ٍ مُّتَّكِـِٕيْن َ فِيْهَا عَلَى الْاَرَاۤىِٕكِ ۗ نِعْمَ الثَّوَابُۗ وَحَسُنَتْ مُرْتَفَقًا
…M ereka diberi hiasan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutra halus dan sutra tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. (Itulah) sebaik-baik pahala dan tempat istirahat yang indah. (al-Kahf/18: 31)
Dibandingkan dengan kebiasaan para raja-raja di dunia ini yang memakai pakaian kebesaran bertahtakan emas dan berlian, maka kesenangan yang dinikmati dalam surga itu jauh lebih sempurna, hebat, dan nikmat, serta sifatnya kekal abadi.
Demikianlah beberapa gambaran kebahagiaan yang akan diperoleh golongan abrār di surga kelak.
1. Zamharīran زَمْهَرِيْرًا (al-Insān/76: 13)
Kata zamharīr terambil dari kata kerja izmaharra-yazmahirru, yang artinya dingin yang sangat menusuk. Dengan demikian, zamharīr maknanya suasana dingin yang sangat menusuk. Pada ayat ini, kata tersebut dipergunakan untuk menunjukkan keadaan di surga, yaitu yang tidak panas menyengat, karena matahari tidak ada, dan tidak pula dingin menusuk tulang. Suasana surga adalah kenyamanan yang tidak panas dan tidak pula dingin. Dengan ungkapan lain dapat digambarkan bahwa keadaan surga itu selalu dalam suasana sejuk yang menimbulkan kenyamanan.
2. Zanjabīlan زَنْجَبِيْلًا (al-Insān/76: 17)
Zanjabīl artinya adalah jahe. Para ulama berpendapat bahwa jahe yang disebut pada ayat ini berbeda dari jahe yang dikenal di dunia. Jahe yang dimaksud adalah jahe khusus yang hanya ada di surga. Para ahli surga kelak akan disuguhi minuman yang dicampur dengan jahe, sehingga minuman itu terasa nikmat dan menyegarkan. Sebagian ulama berpendapat bahwa zanjabīl ini merupakan sebuah mata air yang terdapat di surga yang dinamai atau yang sifatnya adalah salsabīl (yang mengalir di kerongkongan dengan mudah).

