اِنَّ هٰٓؤُلَاۤءِ يُحِبُّوْنَ الْعَاجِلَةَ وَيَذَرُوْنَ وَرَاۤءَهُمْ يَوْمًا ثَقِيْلًا
Inna hā'ulā'i yuḥibbūnal-‘ājilata wa yażarūna warā'ahum yauman ṡaqīlā(n)
Sesungguhnya mereka (orang-orang kafir) itu mencintai kehidupan dunia dan meninggalkan di belakang mereka hari yang berat (akhirat).
Di antara alasan utama mengapa manusia menolak dakwah karena sesungguhnya mereka, orang kafir, itu mencintai kehidupan dunia yang memang kasat mata dan cepat diraih, meskipun juga cepat musnahnya, dan meninggalkan hari yang berat yaitu hari akhirat di belakangnya.
Dalam ayat ini, Allah mencela sikap orang kafir yang mabuk kesenangan duniawi dengan melupakan hari akhirat disebabkan mereka itu menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak mempedulikan hari berat, hari akhirat.
Memang watak orang kafir itu sebenarnya cinta dunia dan takut mati, melupakan hari akhirat dan tidak mempercayai sama sekali. Dikatakan bahwa hari akhirat itu sebagai “hari yang berat” karena begitu beratnya pertanggungjawaban manusia di hadapan Allah.
Yauman Ṡaqīlan يَوْمًا ثَقِيْلًا (al-Insān/76: 27)
Yauman ṡaqīl secara kebahasaan terdiri dari dua suku kata, yaitu kata yaum yang berarti hari dan kata ṡaqīl yang berarti yang berat. Dengan demikian, kata yaum ṡaqīl dalam konteks ayat ini berarti hari yang amat berat bagi seluruh umat manusia, yaitu hari Kiamat.

